Danramil 2504/Pangandaran Pimpin Upacara 17-an di Makodim 0625/Pangandaran
Pangandaran — Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka kegiatan rutin bulanan atau Upacara 17-an Satuan Kodim 0625/Pangandaran berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Paraduta Siliwangi Makodim 0625/Pangandaran, Jalan Raya Parigi - Cigugur, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Kamis (17/9/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Mayor Inf Erwin Madiyaffery selaku Danramil 2504/Pangandaran memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0625/Pangandaran. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Lettu Inf Agus Supriadi selaku Danramil 2506/Padaherang.
Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan khidmat, diawali dengan penghormatan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan Sapta Marga, serta dilanjutkan dengan amanat Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Mayor Inf Erwin Madiyaffery menyampaikan bahwa upacara bendera memiliki makna penting bagi prajurit dan ASN TNI. Selain sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat pengabdian serta penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa, upacara juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tanggung jawab sebagai abdi negara.
“Upacara ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tanggung jawab kita sebagai abdi negara, ” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika situasi serta berbagai potensi bencana, di antaranya aktivitas dan debu vulkanik, kebakaran hutan dan lahan, serta kekeringan. Seluruh jajaran diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi serta memperhatikan keselamatan dan kesehatan personel.
Terkait potensi kebakaran hutan dan lahan, seluruh prajurit juga diminta tidak menganggap remeh potensi api. Kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan dengan mencegah berbagai aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran serta segera melakukan koordinasi dan tindakan yang diperlukan apabila menemukan potensi maupun kejadian bencana.
“Jangan pernah menganggap remeh potensi api. Tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan, cegah segala bentuk kegiatan yang dapat memicu kebakaran, dan segera lakukan koordinasi serta tindakan yang diperlukan apabila menemukan potensi maupun kejadian bencana, ” tegasnya.
Dalam menghadapi berbagai kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa prajurit harus senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran prajurit diharapkan tidak hanya ketika masyarakat mengalami kesulitan, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif dengan membangun komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat.
“Jangan menunggu masyarakat mengalami kesulitan baru kita datang. Bangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat, ” pesannya.
Upacara 17-an tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial rutin, tetapi juga menjadi sarana pembinaan personel untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, loyalitas, kewaspadaan, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh rasa tanggung jawab dari seluruh peserta upacara.

Pangandaran